The Shape Of Water, Kisah Cinta Anti Mainstream yang Wajib Ditonton

Sekali lagi, film karya Guillermo Del Toro menarik perhatian dunia dan banjir penghargaan. Bagi Anda yang tidak tahu siapa itu Guillermo Del Toro, ia adalah salah satu sutrada terbaik yang berhasil menghasilkan film-film fantasi dengan ceria yang menarik.  Salah satu karya terbaiknya dan sampai mendapat penghargaan adalah film The Shape Of Water.

Sinopsis

Seorang yatim piatu yang tidak bisa berbicara alias bisu dan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat Raja Poker dialah Elisa yang diperankan oleh Sally Hawkins. Elisa berteman dengan seekor makhluk misterius di laboratorium dengan tingkat keamanan tinggi di Baltimore pada 1962. Makhluk tersebut direncakan akan dibedah dan dijadikan sebagai bahan penelitian para ilmuan. Karena kasihan pada makhluk tersebut serta Elisa merasa makhluk tersebut sama dengannya akhirnya Elisa membantu makhluk tersebut untuk melarikan diri.

Pelajaran Tentang Cinta dan Perasaan

The Shape Of Water ini tidak hanya berfokus pada usaha Elisa yang berusaha membantu makhluk amphibi itu kabur, tapi juga dengan kisah cinta yang terjalin diantara Elisa dan makhluk aneh tersebut.  Kisah cinta yang diangkat oleh Gueiller Del Toro bisa dibilang sangat jarang ditemukan di film-film hollywood lainnya. Ditambah kisah cinta mereka tidak berjalan dengan mulus. Di film ini diperlihatkan bagaimana Elisa yang berusaha sekuat mungkin untuk bisa memperhankan cintanya dengan makhluk amphibi tersebut. Anda akan memiliki sebuah gambaran baru tentang bagaimana jatuh cinta dan sulit untuk melepaskannya.

Fantasi Sang Sutradara

Dari sosok Guillermo Del Toro, lahirlah makhluk-makhluk aneh yang sukses mencuri perhatian pecinta film. Sebut saja film Mimic, Hellboy dan Pasific Rim. Semua sukses mencuri perhatian. Melalui The Shape Of Water Guillermo juga tidak menghilangkan fantasi kelewat liar miliknya tentang menciptakan makhluk aneh. Hal itu bisa Anda lihat dari bagaimana sang sutrada menciptakan makhluk amphibi dengan bentuk aneh sekaligus menyeramkan. Del Toro seperti ingin memberitahu dunia tentang makhluk-makhluk yang berasal dari dunia yang berbeda lewat karakter-karakter yang telah diciptakannya.

Totalitas Dari Segi Make Up, Kostum dan Visual Effect

Ada lagi yang satu ciri khas Guillermo Del Toro yang selalu melekat, yaitu Del Toro menggabungkan kostum, make up dan visual effect. Selain setting film yang dibuat layaknya tahun 60-an, totalitas visual effect, kostum hingga make up patut mendapat apresiasi. Karena Del Toro berhasil menyatukan semua elemen itu dan membuat karakter makhluk amphibi menjadi terlihat begitu hidup dan nyata. Sangking totalitasnya Del Toro dan para kru, melakukan hingga ratusan kali scan untuk menciptakan rig animasi pada karakter aneh makhluk amphibi itu.

Kemampuan Akting Para Aktor dan Aktris

Kemampuan akting para aktor dan aktris di film ini juga patut di apresiasi. Sally Hawkins yang berperan sebagai Elisa dan sosok aneh dan mengerikan amphibi man yang diperankan oleh Doug Jones, keduanya sukses memerankan karakter masing-masing sehingga film The Shape Of Water ini memboyong banyak penghargaan.

Tapi tidak hanya akting keren dari para pemain utama, para pemain pendukung juga kemampuan aktingnya tidak kalah keren. Sebut saja Michael Shannon, Richard Jenkins dan Octavia Spencer yang membuat film ini terasa memiliki cerita lain. Bagi Anda yang belum menonton film ini, sebaiknya segera ditonton. Film ini sangat sayang untuk Anda lewatkan. Sebenarnya tidak hanya film ini saja yang mengangkat cerita bertema percintaan antara manusia dengan makhluk aneh, Beauty And The Beast juga mengangkat cerita dengan tema yang sama.

Dilan 1991 Akan Dijadwalkan Tayang Tahun 2019

Bayangan kesuksesan dari film Dilan 1990 masih ada bahkan cukup banyak penggemar yang ingin jika film ini memiliki sekuel dan hal itu pun terwujud karena Dilan 1991 akan segera memulai proses syutingnya. Film pertamanya mampu meraih kesuksesan besar di dalam negeri dengan sekitar 6 juta lebih penonton yang menikmatinya. Diprediksi film kedua ini juga mampu untuk mengikuti kesuksesan film pertamanya bahkan bisa lebih baik lagi.

 

Dilan 1991 Akan Segera Melakukan Proses Syuting November Ini

 

Proses syuting film kedua Dilan 1991 direncanakan akan dimulai pada tanggal 3 November mendatang dan ini telah disampaikan oleh beberapa pihak togel terpercaya dalam jumpa pers di kawasan Dago, Bandung. Produser film Dilan 1990 yaitu Ody Mulya Hidayat sangat berharap jika para penggemarnya bisa lebih sabar lagi untuk menunggu sekuel film kedua ini tayang di layar lebar. Namun setidaknya, dia Ody mengatakan jika kemungkinan waktu tayangnya adalah sekitar 2019.

 

Tentu saja Ody menambahkan jika ceritanya masih tentang kisah asmara kedua pemeran utamanya yaitu Dilan dan Milea namun tentu lebih menarik lagi dan bisa membuat para penonton pun merasa “baper”. Dia mengatakan bahwa skenario atau naskahnya terlihat berbeda dan lebih menarik lagi karena tidak hanya tentang pendekatan antara Dilan dan Milea melainkan banyak sekali hal baru yang akan dimunculkan termasuk perasaan keduanya dan banyak pula pemeran baru akan gabung.

 

Rupanya sang sutradara yaitu Fajar Bustomi pun juga mengatakan hal serupa mengingat dirinya pun merasakan bahwa penonton memiliki ekspektasi yang sangat besar terhadap film ini sehingga membuatnya gugup. Dia mengatakan jika kunci kesuksesannya nanti terdapat dari para pemainnya yang menurutnya hingga kini masih memiliki semangat yang tinggi. Dia mengatakan bahwa dirinya senang karena mampu membuat film yang bisa membahagiakan orang lain melalui Dilan 1991.

 

Selain itu, sang produser pun juga menambahkan jika dirinya tengah menyiapkan sebuah kejutan untuk para penggemar yang selalu setia menunggu film kedua ini dengan pertunjukan yang sangat menarik tentang kedua pemeran utama. Bahkan tahun depan, direncanakan akan ada musikalisasi tentang kedua film ini sehingga Ody berharap jika penggemar mampu menunggu dengan baik. Memang sangat banyak orang yang penasaran dengan kelanjutan cerita romantis remaja SMA itu.

 

Perbedaan Signifikan Antara Dilan 1990 dan Dilan 1991

 

Menurut Fajar, tentu saja ada perbedaan antara Dilan 1990 dan Dilan 1991. Menurutnya di film kedua ini ceritanya akan lebih dalam lagi dibandingkan yang pertama dan itu membuat kerinduan penonton akan bertambah. Seperti yang diungkapkan sebelumnya, film kedua ini akan diisi oleh beberapa pemain yang baru sehingga menghadirkan konflik yang lebih rumit lagi dan disinilah, keduanya akan diuji dan bisa menunjukkan perasaan yang sesungguhnya sehingga membuat penonton terkesima.

 

Kisah percintaan yang ada di film pertama yaitu Dilan 1990 jauh lebih sederhana karena hanya tentang percintaan remaja yang terjadi di sekolah. Sementara Fajar mengatakan di dalam film yang kedua ini, kisahnya dibuat lebih dewasa lagi dan dan aspek cintanya juga dibuat lebih luas. Intinya adalah, film ini akan mengisahkan tentang kesepakatan bersama kedua belah pihak untuk melanjutkan dan menjalankan kisah asmara mereka mulai dari mereka sekolah hingga kuliah.

 

Kemudian Fajar pun juga mengatakan jika lokasi syuting sekarang tidak hanya dilakukan di kota Bandung saja seperti Dilan 1990 melainkan Dilan 1991 juga melakukan syuting di jakarta. Untuk segi skenario, Fajar mengaku lebih suka yang kedua karena di dalam skenario yang sebelumnya, tim skenario yaitu Titi Watimena dan juga Pidi Baiq sebagai novelisnya sedikit tarik menarik namun kini semuanya telah bersatu dan saling percaya sehingga ini akan menghasilkan film yang baik.

lee Ha Na dan Lee Jin Wook Bakal Bintangi Sekuel Drama Voice

Voice, serial drama dengan genre criminal thriller, dipastikan akan kembali lagi dengan musim keduanya. Aktris utama yang ada di musim pertamanya yakni Lee Ha Na sudah dikonfirmasi bakal membintangi seri kedua ini dengan pemain baru yakni aktor tampan Lee Jin Wook.

Lee Ha Na dan Lee Jin Wook dipercaya Ambil Peran

Dilansir dari CNN Indonesia, dilaporkan bahwa Voice pasalnya kembali dengan musim baru. Lee Jin Wook di dalam serial ini didapuk memerankan karakter bandar togel bernama Do Kang Woo yang memiliki kemampuan membaca pikiran penjahat-penjahat untuk menuntaskan kasusnya.

Sementara itu, aktris Lee Ha Na, bakal kembali lagi memainkan perannya sebagai Kang Kwon Joo, yakni Kepala Pusat Panggilan Darurat 112 yang mempunyai indera pendengaran melebihi rata-rata yang akhirnya dimanfaatkan dirinya untuk menangkap penjahat.

“Kami sangat percaya bahwa Lee Jin Wook bakal melakoni karakter Do Kang Woo ini dengan sangat sempurna. Ia adalah aktor yang multitalenta. Dan kami juga percaya bahwa ia akan bisa memerankan karakter ini dengan sangat sempurna yang mana digambarkan sebagai seorang ahli yang ada di bidangnya akan tetapi juga menyembunyikan rahasia menyakitkan yang tak diketahui oleh siapa pun,” ungkap seorang staf produksi.

Staf itu juga menambahkan, “Kami pun akan melihat lagi Lee Ha Na yang dengan sukses menjadi karakter pemimpin yang ada di musim pertama sebagai Kang Kwon Joo. Kami berharap semua pemirsa menantikan kerjasama tim sempurna yang bakal kami bentuk antara Lee Ha Na dan Lee Jin Wook.”

Tidak hanya pemain baru, Voice 2 juga bakal diarahkan oleh sutradara baru yang beda dari musim pertamanya. Di seri perdana, Voice sendiri disutradarai oleh Kim Hong Sun. namun di sekuel ini, sineas Lee Seung Young lah yang dipercaya untuk duduk di bangku kehormatan sebagai sutradara. Sebelumnya, ia pernah mengarahkan beberapa produksi yang lain seperti misalny TEN, Chosun C.S.I Byul Soon Gum, dan juga Missing Noir M. Namun untuk skripnya masih tetap dikerjakan oleh penulis scenario yang ada di musim pertamanya yakni Ma Jin Won.

Kisah Voice

Kisah dari Voice ini adalah kehidupan Kepala Pusat Panggilan Darurat 112 bernama Kang Kwon Koo yang diperankan oleh Lee Han Na, dan juga pasukannya yang berjuang melawan tindak criminal dengan menggunakan suara yang didengarnya.

Jalan cerita dari serial Voice ini memang diakui sangat menegangkan dan aktingnya juga membuat musim pertama dari serial ini mendapatkan rating yang lebih dari 5 persen di OCN. Angka tersebut pasalnya tergolong tinggi untuk ukuran drama yang mana ditayangkan di jaringan TV Kabel.

Tidak hanya rating yang melambung tinggi, namun juga Voice mendapatkan respons yang positif dari pemrisanya karena berhasil meningkatkan kesadaran public terhadapt kerja keras yang dilakukan oleh para pegawai yang bekerja di pusat panggilan darurat demi menjaga keamanan masyarakat.

Dan karena sukses membuat para pecinta serial drama Korea menanti-nantikan aksi memburu pembunuh berantai di filmnya, Voice akhirnya dipastikan akan menambah 2 buah episode tambahan spesial untuk penggemar-penggemarnya.

Saluran TV Kable yang mana menayangkan Voice yakni OCN, mengonfirmasi kabar itu dalam akun sosial medianya. Mereka juga mengungkapkan bahwa cerita Voice pasalnya belum selesai meskipun dalam episode 16 karakter pembunuh berantai yakni Mo Tae Goo sudah berhasil ditangkap dan tewas dibantai rekannya di rumah sakit penjara.