Teror Masjid? Jamaah Salat Subuh Ditusuk Perempuan Gangguan Jiwa

Dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir, ada cukup banyak kejadian penyerangan yang dialami pemuka agama. Aksi kekerasan ini bahkan sudah menjadi teror meresahkan dan terjadi di tempat ibadah. Yang aneh, mayoritas pelaku memperlihatkan sikap seperti orang gangguan jiwa saat diciduk pihak berwajib. Dan terbaru, kejadian serupa dialami oleh Abdul Rahman di masjid Darul Muttaqin, Sawangan, Depok hari Minggu (11/3) waktu salat Subuh.

 

Pria berusia 53 tahun itu ditusuk seorang perempuan berinisial S saat salat Subuh, usai mengucapkan Takbiratul Ihram. Kejadiannya sendiri berlangsung sangat cepat, saat itu Abdul dan anaknya, Kiki, berangkat ke masjid untuk melakukan salat Subuh. Abdul langsung menuju shaf pertama di pojok dan Kiki pergi ke tempat wudhu. Saat usai mengucap Takbiratul Ihram, Kiki yang keluar dari tempat wudhu mendadak berteriak. Abdul yang menengok ke belakang tak bisa menghindari pisau di depan wajahnya dan langsung menusuk rahang.

 

“Memang sengaja mau (nusuk) ke leher. Saya nggak tahu dia rencana apa. Pas saya belok gini, dia meletot. Saya pukul dia, saya berantem, saya jatuhin. Saya nggak kasih kesempatan dia buat melawan soalnya dia bawa pisau. Saya pukul wajahnya, badannya. Seadanya saya mukul. Kira-kira lima menit, baru jatuh. Saya jatuh, dia jatuh baru pisaunya keluar dan saya ambil,” cerita Abdul seperti dilansir Detik.Mengenai sosok S, Abdul mengaku tidak mengenalnya, hanya perempuan itu sering ke masjid untuk salat jamaah.

 

Pelaku Pernah Serang Abdul Sebelumnya

 

Usai menjalani perawatan, kini kondisi Abdul memang jauh lebih baik dan diperbolehkan rawat jalan di rumah. Dirinya pun mengungkapkan hal mengejutkan, di mana pelaku S rupanya pernah memukul dirinya usai salat Asar sekitar 7-10 hari lalu. Kala itu Abdul sedang membaca doa usai salat dan perempuan tersebut mendadak memukulnya dari arah belakang. Abdul yang kaget pun marah dan pelaku S rupanya tidak terima. Hanya saja Abdul urung melaporkan S ke kepolisian karena mengira kejadian itu sudah selesai.

 

Tak cuma itu saja, hari Sabtu (10/3) malam kemarin, S sempat mendatangi rumahnya dengan dalih ada keperluan. “Jam setengah 12 malam dia masuk ke rumah, sampai di depan pintu. Ngetuk. Sama istri nggak dibukain karena dia nggak Assalamualaikum, nggak apa, akhirnya keluar. Istri saya bangunin saya lalu saya suruh dia pergi karena udah larut malam. Lalu saya tutup pintu dan gerbang rumah rapat-rapat,” cerita Abdul.

 

Polisi Bawa Pelaku Tes Kejiwaan

 

Karena tindakan togel online yang dia lakukan, kepolisian pun membawa S untuk menjalani tes kejiwaan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Hanya saja Kompol Putu Kholis Aryana selaku Kasat Reskrim Polresta Depok menjelaskan jika pihaknya belum bisa mendapat keterangan pelaku. Menurut Putu, pelaku selalu menjawab sembarangan saat menjalani pemeriksaan. Kakak pelaku yang datang menyatakan jika S mengalami sakit mental sehingga membuat kepolisian memilih melakukan tes kejiwaan.

 

Sementara itu Abdul menduga kalau S tidak termasuk kategori orang gangguan jiwa, tetapi memang memiliki sifat temperamental. “(Dugannya) bukan orang gila. Kalau gila mah, nggak kenal. Kalau depresi masih kenal orang. Depresi itu stres lah, banyak pikiran. Sifatnya temperamental. Anak-anak tahu, dia suka marah-marah, ngomel, ngoceh nggak karuan. Tapi pada saat sadar, dia nggak apa-apa diajak ngobrol. Kalau orang gila kan nggak kenal orang? Orang gila kalau digodain, nimpuk orang,” bebernya.