Plot Kejutan Guardians of the Galaxy 3 diduga Akan Kejutkan Penonton

Deskripsi singkat: Dalam film Guardians of the Galaxy 3 disebutkan akan ada kejutan plot tentang Drax, Rocket Racoon dan hubungan Star Lord serta Nebula.

Plot Kejutan Guardians of the Galaxy 3 diduga Akan Kejutkan Penonton

Marvel-Disney diduga menyimpan detail kelanjutan kisah dari Guardians of the Galaxy 3 dengan sangat rapat. Tapi hal tersebut tak lantas menghentikan pencari-pencari bocoran cerita untuk menggali lebih dalam lagi soal film tersebut.

Ada Plot Kejutan

Belakangan tersiar kabar rincian plot tentang film yang mana masih akan disutradarai oleh James Gunn tersebut muncul di beberapa situs online. Rumor tersebut pasalnya diunggah oleh Rodger Wardell yang mana dianggap telah berbagi informasi yang sangat akurat tentang bocoran-bocoran film Marvel yang sudah dirilis di masa lalu.

Dalam unggahannya sendiri, ia mengungkapkan kejutan soal keluarga Drax (Dave Bautista). “Drax akan sangat terkejut ketika dirinya menemukan putrinya yang masih hidup,” tulisnya.

Tidak hanya itu, ia pun berbagi bahwa seri ketiga dari Guardians of the Galaxy 3 ini juga mengungkap latar belakang Rocket Racoon (Bradley Cooper) dan juga kisah cintanya. Sementara, nasib Peter Quill atau Star Lord (Chris Patt) yang mana ditinggal menghilang oleh Gamora karena jentikan Iron Man dalam film Avengers: Endgame perlahan bakal membentuk ikatan baru dengan Nebula (Karen Gilan).

Ia mengungkapkan, “Nebula dan Star Lord akan tumbuh menjadi teman yang jauh lebih dekat.” Begitu lah yang ia katakana dalam cuitannya di Twitter pribadinya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, sosok Gamora sempat mati karena ia dikorbankan oleh ayahnya, Thanos (Josh Brolin) dalam film Avengers: Infinity War untuk bisa mendapatkan Soul Stone di Vormir. Tapi karakter yang mana dimainkan oleh Zoe Saldana ini sempat muncul lagi di Avengers: Endgame karena ia ikut menjelajah waktu dengan ayahnya. Namun saat Iron Man berhasil mengambil Infinity Gauntlet dari Thanos, Gamora ikut menghilang lagi.

Proyek Guardians of the Galaxy 3 ditunda

Namun demikian, baik pihak Gunn maupun Disney belum mau memberikan keterangan resmi tentang alur cerita dari Guardians of the Galaxy 3 setelah usai Avengers: Endgame. Terlebih lagi, ada kemungkinan produksi sekuel ini bakal ditunda.

Dengan demikian, lanjutan film yang menceritakan petualangan para penjaga galaxy ini tampaknya tidak akan hadir dalam waktu dekat. Rumor yang beredar, produksinya sendiri baru akan dimulai tahun 2020.

Selain itu, dikatakan bahwa petualangan togel online terpercaya Peter Quill dan juga timnya bakal siap di bulan Februari 2021 dengan tajuk Hot Christmas. Menurut laporan yang dilansir dari CNN Indonesia, proyek yang berada di bawah arahan dari James Gunn tersebut tidak akan dimulai sebelum dirinya menyelesaikan sekuel dari film Suicide Squad yang dijadwalkan rilis pada Agustus 2021.

Namun sayangnya, detail lanjutannya tak bisa diungkapkan walaupun Gunn sudah memberikan sedikit bocoran dengan menyebutkan kehadiran nama Adam Warlock dan juga karakter Ayesha yang mana diperankan oleh Elisabeth Debicki bakal kembali. Gunn pun mengatakan bahwa film Guardians of the Galaxy 3 ini memberikan kesimpulan epic guna menutup kisah keseluruhannya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, film Guardians of the Galaxy diketahui mengalami drama saat Disney memutuskan untuk memecat Gunn setelah cuitan-cuitan lamanya kembali lagi muncul di internet. Kemudian, selama beberapa bulan nasib Quill dan juga timnya ini mau tidak mau terkatung-katung karena Disney tidak kunjung menentukan siapa kah pengganti Gunn.

Dan permasalahannya para aktor dan aktris tidak mau menerima keberadaan sutradara baru. Namun akhirnya, James Gunn kembali untuk menggarap sekuel Guardians of the Galaxy termasuk Guardians of the Galaxy 3.

Putra Mahkota Saudi Sebut Khamenei Sebagai ‘Hitler yang Baru’

Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi, menyebutkan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei sebagai ‘Hitler yang baru di Timur Tengah’ yang berupaya menebar suatu pengaruh di kawasan.

Mohammed juga menganggap bahwa Khamenei ingin menciptakan proyeksi sendiri di Timur Tengah dengan beberapa metode yang sangat mirip dengan metode yang dikembangkan Hitler di Eropa ketika Perang Dunia II. Ia menganggap perluasan ekspansi Iran itu perlu dibendung, jika tidak akan terjadi hal yang tidak diinginkan dunia.

Seperti Hitler

“Kami belajar dari Eropa, bahwa berdiam saja tak akan berhasil. Kami tak ingin Hitler baru yang ada di Iran ini mengulang tragedy yang pernah terjadi di Eropa Timur Tengah,” kata Mohammed pada New Yrok Times seperti dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (15/3).

Dalam kesempatan tersebut juga, Mohammed bahkan tak segan-segan mengatakan bahwasanya Arab Saudi bakal mengembangkan nuklir apabila Iran bersikeras terus membangun senjata pemusnah massal itu. pernyataan itu menambah pelik Bioskop Online lagi perselisihan antara kedua negara tersebut yang diketahui selama ini sama-sama bersaing memperebutkan pengaruh yang ada di Timur Tengah.

Melalui Kementerian Luar Negerinya, Iran mengecam pernyataan pangeran Arab Saudi tersebut. Teheran sendiri menganggap bahwa Mohammed berpikiran ‘sangat sempit’ karena dengan sangat mudahnya menyamakan Hitler dengan pemimpin mereka. “Kata-kata yang tak berharga dan juga tak berguna karena berasal dari pikiran yang sederhana dan penuh ilusi yang hanya membicarakan kebohongan dan kepedihan,” ujar jubir Kemlu Iran, Bahram Ghasemi.

Mohammed pun melontarkan pernyataan kontroversional ini menjelang lawatan yang ia jalankan ke Amerika Serikat untuk bisa bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump. Di bawah Trump, AS juga berencana membatalkan perjanjian nuklir yang dimilikinya dengan Iran karena negara tersebut dilaporkan mengembangkan program senjata meskipun kesepakatan telah tercapai.

Tanggapan Khamenei

Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran yang dianggap Mohammed sebagai Hitler baru menuduh bahwa Arab Saudi sudah menghianati Muslim dengan beraliansi dengan Israel dan Amerika Serikat. Khamenei berpidato di hadapan para wakil Parlemen dari beberapa negara Islam yang berkumpul di Teheran, ia mengatakan bahwa keputusan AS mengakui secara sepihak Yerusalem adalah ibu kota Israel adalah sebuah ‘kesalahan besar’ dan juga ‘ditakdirkan gagal’.

“Pemerintah Regional yang mana berkerja sama dengan Amerika Serikat serta rezim Zionis untuk berperang melawan Muslim sudah sangat jelas melakukan sebuah pengkhianatan. Itu lah yang dilakukan oleh Arab Saudi,” katanya dilansir juga dari CNN Indonesia, beberapa bulan yang lalu.

Sebagai negeri muslim Syiah, Iran, sementara Arab Saudi sebagai negeri muslim Sunni, adalah sekutu paling penting bagi Amerika Serikat di Timur Tengah. Mereka memang sudah sering berebut pengaruh di kawasan Timur Tengah. Mereka juga saling mendukung pihak-pihak yang mana berlawanan di Suriah, Yaman, Lebanon, dan Irak.

Arab Saudi bahkan sudah berulang kali menyatakan supaya Iran tak campur tangan dalam urusan luar negeri yang dialami oleh beberapa negara khususnya negara Timur Tengah. Seruan tersebut lantas dibalas oleh Iran dengan menuduh bahwa Arab Saudi berusaha menyeret seluruh kawasan ke dalam sebuah konfrotasi.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam sebuah kunjungan yang dilakukannya beberapa tahun lalu ke Yerusalem mengatakan bahwa kekhawatirannya bersama terhadap Iran membuat banyak negara Arab akhirnya mendekat ke Israel. Hal itu lah yang sampai sekarang bahkan masih menjadi masalah kedua negara juga.