Kutukan Barcelona Menjadi Tim Medioker Akan Jadi Kenyataan?

Barcelona pasalnya pernah mendapatkan kutukan yang sangat mengerikan dari mantan bintang Liga Spanyol yaitu David albelda. Mantan gelandang Valencia tersebut memberikan sumpah serapah nya bagi blaugrana supaya mereka menjadi tim medioker. 

Kutukan Untuk Barcelona Dari David Albelda

Yang menarik adalah kutukan itu sekarang ini malahan sepertinya mendekati kenyataan. Barcelona yang sekarang ini dilatih oleh Ronaldo Koeman pasalnya pontang-panting di ajang La Liga. Setelah mereka melakoni 10 pertandingan di Liga Spanyol pada musim ini, sayangnya Lionel Messi dan kawan-kawan masih juga bercokol pada peringkat ke-10 klasemen dengan hanya mengoleksi 14 poin saja atau Tertinggal 12 poin di bawah klub yang menjadi pemuncak klasemen tersebut yaitu Atletico Madrid.

Dilansir dari CNN Indonesia, David albelda pasalnya pernah mengunggah sebuah status di akun Twitter pribadinya. Mantan dari pemain timnas tanggal tersebut mengatakan ingin sekali Koeman melatih Barcelona dengan demikian klub yang berasal dari Catalunya itu bakal selevel dengan tim-tim yang lainnya. “ hari ini, saya melihat orang-orang berbicara tentang Koeman. Mudah-mudahan saja suatu hari nanti dia mati Barcelona dengan begitu Liga akan jadi ketara,” ujarnya pada saat itu.

Setidaknya sampai sekarang ini harapan togel singapura dari albelda tersebut terbukti. Alaves  yang mana menempati papan tengah dapat mengimbangi Barcelona (1-1).  Dan Getafe yang sekarang ini ada di papan bawah juga sudah pernah menang atas tim yang diasuh oleh Ronald Koeman itu dengan skor 1-0. Bahkan, Cadiz, yang mana Baru pertama kalinya tampil di Liga Spanyol di musim ini dapat mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1, tepatnya Pekan lalu.

Albelda  adalah pemain Valencia sejak tahun 1996 sampai dengan 2013. Dan dalam karirnya tersebut dirinya pernah merasakan dilatih oleh Ronald Koeman selama hampir satu musim lamanya. Performa buruk dari Barcelona sampai sekarang masih berlanjut sejak musim lalu. Perlombaan yang dilakukan oleh Koeman ini, sampai sekarang justru menunjukkan performa yang terus menurun terutama di La Liga.

Sedangkan di ajang liga champions semalam Barcelona malah bertolak belakang. Blaugrana  malahan sempat meraih lima buah kemenangan secara beruntun sebelum kalah 0-3 dari Juventus di laga terakhirnya di grup G pada tengah pekan ini.

Nasib Barcelona Yang Ditunggu 6 Lawan Berat, Sial Sekali

Nasib sial untuk Barcelona nampaknya belum berakhir karena di samping menjadi salah satu klub paling sial pada babak 6 setelah dirinya akhirnya Ditunggu oleh enam calon lawan beratnya di babak knockout.  Barcelona memang berhasil lolos ke babak 16 besar Liga Champions sebagai runner-up dari grup B setelah dipertandingan terakhirnya dikalahkan oleh Juventus dengan skor 0-3 di Camp Nou, pada hari Selasa (8/12) lalu. 

Kondisi tersebut langsung membuat Barcelona di posisi yang sulit pada babak 16 besar ini karena Lionel Messi telah Ditunggu oleh enam calon lawan beratnya di undian yang bakal berlangsung pada hari Senin (14/12) besok.  Enam calon lawan berat Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions musim ini antara lain borusia Dortmund, Paris saint-germain, Chelsea, Bayern Munchen, Manchester City dan Liverpool. Munchen, Seperti yang diketahui adalah juara dari grup A sementara Liverpool adalah juara dari grup d dan Manchester City merupakan juara dari grup C. PSG sendiri merupakan juara grup h, Dortmund adalah juara Grup F, dan yang terakhir Chelsea merupakan juara Grup E. 2 juara grup yang tak bisa ditemui oleh Barcelona pada babak 16 besar adalah a Real Madrid yang merupakan juara grup B dan juga Juventus yang merupakan jumlah dari grup G.

Benarkah Serie A Merupakan Liga Ketinggalan Zaman?

Beberapa perbincangan muncul terkait dengan kondisi serta popularitas sebuah liga bernama Serie A. Salah satunya adalah munculnya pendapat negatif yang menyatakan bahwa liga bergengsi Italia tersebut sudah ketinggalan zaman dan belum bisa bersaing dengan yang lain. Benarkah demikian.

Menanggapi isu yang muncul, Ivan Gazidis selaku CEO klub AC Milan buka mulut. Beliau membantah komentar miring tersebut.

1. Seputar Isu Miring Liga Serie A

Pasti ada kasus-kasus yang melatarbelakangi pendapat buruk yang mencuat di luar sana. Salah satu contohnya adalah anggapan yang terbentuk karena problema rasisme di industri sepakbola Italia. Jika dilihat, masalah ini memang belum ada perbaikan sejak dulu hingga sekarang.

Meskipun rasisme adalah masalah yang hadir di seluruh kawasan Eropa, kasus ini memiliki angkat tinggi di negeri Pizza. Ivan, selaku mantan petinggi klub Arsenal memberi saran kepada rekan-rekan untuk menghindari perdebatan dan segera mencari solusi bersama.

Menurutnya, semua jajaran belum rela mengakui bahwa mereka terlibat di rasisme. Seharusnya mereka segera duduk bersama dan bersikap dewasa guna mencari jalan keluar terbaik.

Memang benar, sepakbola dunia takkan pernah terlepas dari isu rasisme. Artinya, ini menjangkiti semua negara bukan hanya di Italia. Masalah sosial tersebut terbukti memiliki dampak buruk pada perkembangan Serie A dan masa depannya. Ivan Gazidis merupakan salah satu orang yang ingin menghilangkan dogma negatif tersebut.

Dia bahkan mengambil contoh bagaimana industri sepakbola lain mampu menyelesaikan isu rasis dan berkembang menjadi raksasa dewasa ini. Yang beliau maksud adalah sepakbola Inggris yang pernah menjadi sarang rasisme di tahun 1980-an.

Meskipun pada waktu itu terpuruk, mereka berhasil bangkit dan membangun beberapa stadion baru. Dengan lingkungan inklusif dan beragam, semua penonton dan pemain bola dapat berkumpul tanpa harus merasa tidak nyaman.

2. Mengatasi Rasisme dan Masalah Lain

Secara garis besar, tindakan dan perilaku negatif yang ditunjukkan oleh para penonton muncul karena merasa tidak nyaman dengan lingkungan. Salah satu mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan peningkatan kualitas stadion.

Saat para penonton togel online merasa aman, mereka akan memberikan respon positif dan menampilkan sikap lebih toleran terhadap orang lain. Ivan menambahkan bahwa hal ini benar adanya. Menurutnya, sepakbola Italia tidak bisa keluar dari isu ketinggalan zaman dan rasisme dikarenakan kondisi stadion yang belum didukung teknologi dan fasilitas nyaman. Semua terlihat kuno dan menimbulkan aura negatif.

Ada satu nama yang paling aktif mengkritik kondisi industri sepakbola di liga Serie A, yaitu Arrigo Sacchi. Sang legenda tim nasional Italia tersebut berkata bahwa klub-klub di sana masih tertinggal jika dibandingkan dengan yang lain (khususnya di ranah Eropa).

Dia bahkan sempat mencacat performa AS Roma dan Juventus ketika menghadapi lawan-lawannya. Menurutnya, kedua tim ini amat loyo dan tidak mampu tampil dengan mengesankan. Artinya, rasisme bukanlah satu-satunya masalah yang dihadapi di liga tersebut.

Nah, ada banyak pekerjaan yang harus diatasi guna menghilangkan dogma ketinggalan zaman. Jika ini seputar isu rasis, maka semua harus kompak untuk mengatasinya. Mungkin solusi terbaik adalah dengan mencari akar atau sumbernya.

Contohnya, para fans Verona sudah dikenal sebagai pendukung paling rasis di Italia, terutama ketika mereka melakoni pertandingan-pertandingan kandang. Kasus paling baru muncul ketika mereka bersikap buruk terhadap Mario Balotelli, meskipun pada akhirnya Verona kalah.

Para analis dan peneliti menemukan hubungan antara sikap para fans tersebut dengan sejarah yang dimiliki penduduk di sana. Faktanya, mereka punya hubungan kuat dengan rezim kaisar Austro-Hungaria, yang terkenal fasis atau semena-mena.