Benarkah Serie A Merupakan Liga Ketinggalan Zaman?

Beberapa perbincangan muncul terkait dengan kondisi serta popularitas sebuah liga bernama Serie A. Salah satunya adalah munculnya pendapat negatif yang menyatakan bahwa liga bergengsi Italia tersebut sudah ketinggalan zaman dan belum bisa bersaing dengan yang lain. Benarkah demikian.

Menanggapi isu yang muncul, Ivan Gazidis selaku CEO klub AC Milan buka mulut. Beliau membantah komentar miring tersebut.

1. Seputar Isu Miring Liga Serie A

Pasti ada kasus-kasus yang melatarbelakangi pendapat buruk yang mencuat di luar sana. Salah satu contohnya adalah anggapan yang terbentuk karena problema rasisme di industri sepakbola Italia. Jika dilihat, masalah ini memang belum ada perbaikan sejak dulu hingga sekarang.

Meskipun rasisme adalah masalah yang hadir di seluruh kawasan Eropa, kasus ini memiliki angkat tinggi di negeri Pizza. Ivan, selaku mantan petinggi klub Arsenal memberi saran kepada rekan-rekan untuk menghindari perdebatan dan segera mencari solusi bersama.

Menurutnya, semua jajaran belum rela mengakui bahwa mereka terlibat di rasisme. Seharusnya mereka segera duduk bersama dan bersikap dewasa guna mencari jalan keluar terbaik.

Memang benar, sepakbola dunia takkan pernah terlepas dari isu rasisme. Artinya, ini menjangkiti semua negara bukan hanya di Italia. Masalah sosial tersebut terbukti memiliki dampak buruk pada perkembangan Serie A dan masa depannya. Ivan Gazidis merupakan salah satu orang yang ingin menghilangkan dogma negatif tersebut.

Dia bahkan mengambil contoh bagaimana industri sepakbola lain mampu menyelesaikan isu rasis dan berkembang menjadi raksasa dewasa ini. Yang beliau maksud adalah sepakbola Inggris yang pernah menjadi sarang rasisme di tahun 1980-an.

Meskipun pada waktu itu terpuruk, mereka berhasil bangkit dan membangun beberapa stadion baru. Dengan lingkungan inklusif dan beragam, semua penonton dan pemain bola dapat berkumpul tanpa harus merasa tidak nyaman.

2. Mengatasi Rasisme dan Masalah Lain

Secara garis besar, tindakan dan perilaku negatif yang ditunjukkan oleh para penonton muncul karena merasa tidak nyaman dengan lingkungan. Salah satu mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan peningkatan kualitas stadion.

Saat para penonton togel online merasa aman, mereka akan memberikan respon positif dan menampilkan sikap lebih toleran terhadap orang lain. Ivan menambahkan bahwa hal ini benar adanya. Menurutnya, sepakbola Italia tidak bisa keluar dari isu ketinggalan zaman dan rasisme dikarenakan kondisi stadion yang belum didukung teknologi dan fasilitas nyaman. Semua terlihat kuno dan menimbulkan aura negatif.

Ada satu nama yang paling aktif mengkritik kondisi industri sepakbola di liga Serie A, yaitu Arrigo Sacchi. Sang legenda tim nasional Italia tersebut berkata bahwa klub-klub di sana masih tertinggal jika dibandingkan dengan yang lain (khususnya di ranah Eropa).

Dia bahkan sempat mencacat performa AS Roma dan Juventus ketika menghadapi lawan-lawannya. Menurutnya, kedua tim ini amat loyo dan tidak mampu tampil dengan mengesankan. Artinya, rasisme bukanlah satu-satunya masalah yang dihadapi di liga tersebut.

Nah, ada banyak pekerjaan yang harus diatasi guna menghilangkan dogma ketinggalan zaman. Jika ini seputar isu rasis, maka semua harus kompak untuk mengatasinya. Mungkin solusi terbaik adalah dengan mencari akar atau sumbernya.

Contohnya, para fans Verona sudah dikenal sebagai pendukung paling rasis di Italia, terutama ketika mereka melakoni pertandingan-pertandingan kandang. Kasus paling baru muncul ketika mereka bersikap buruk terhadap Mario Balotelli, meskipun pada akhirnya Verona kalah.

Para analis dan peneliti menemukan hubungan antara sikap para fans tersebut dengan sejarah yang dimiliki penduduk di sana. Faktanya, mereka punya hubungan kuat dengan rezim kaisar Austro-Hungaria, yang terkenal fasis atau semena-mena.