Tito Sebut Kaltara Jalur Teroris Karena Belum Ada Pos Lintas Batas

Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan atau BNPP, Tito Karnavian, menyebuutkan bahwa perbatasan Proinsi Kalimantan Utara atau Kaltara sebagai jalur eksodus tradisional pelaku terror Indonesia menuju ke Marawi, Filipina.

Kaltara Tak Miliki Pos Lintas Batas

Hal tersebut disampaikannya ketika ia membuka acara Rakornas Pengamanan Perbatasan Negara yang berlangsung di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (11/3) hari ini. “Ini Kaltara-nya belum ada PLBN (Pos Lintas Batas Negara), padahal lalu lintasnya cukup tinggi di sana, jalur tradisional pelaku terror juga dari Indonesia,” ungkapnya yang juga menjadi Menteri Dalam Negeri.

Menurutnya, rute illegal teroris asal Indonesia untuk masuk ke Filipina ini bergabung dengan ISIS lewat jalan tikus yang mana tersebar di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Dari jalur tikus itu lah mereka menyebarangi perbatasan Indonesia dan Malaysia dan menuju ke wilayah Tawau, Sabah Malaysia. Setelah mereka singgah di Tawau, menurut Tito, mereka kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke Kepulauan Tawi-tawi, Filipina. Dan tujuan akhir mereka adalah di Marawi, Pulau Mindanao, Filipina.

“Itu mereka naik terus ke Sabah sampai masuk ke Tawi-tawi Mindanau,” kata Tito.

Saat melihat permasalahan itu, Tito sendiri mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang mebangun 11 PLBN di wilayah perbatasan Indonesia seperti misalnya eksodus para teroris ini. Tito juga merinci 3 PLBN tersebut diririkan tepatnya di wilayah Long Midang, Labang dan juga Sei Nyamuk di Kabupaten Nunukan/ dan 1 PLBN pasalnya dibangun di wilayah Long Nawang Kabupaten Malinau.

8 PLBN ditargetkan Selesai Pada Tahun 2024

“Dua PLBN di Kaltara itu masuk prioritas gelombang pertama dan dua lagi prioritas masuk gelombang kedua,” imbuhnya. Tak Cuma itu, ia menyatakan bahwa pemerintah berencana untuk menambah 8 PLBN lagi yang mana ditargetkan selesai pada tahun 2024.

Kedelapan PLBN tersebut nantinya bakal dibangun di Turiskan Kabupaten Belu, Sei Manggaris Kabupaten Nunukan, Haumeni Ana Kabupaten Timur Timor Utara, Maritang Kabupaten Alor, Waris Kabupaten Keerom, Siding Kabupaten Bengkayang, Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Miangas Kabupaten Talaud.

Di tempat yang sama juga, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah sudah menggelontorkan dana sebanyak Rp. 24,3 Triliun untuk melakukan pembangunan wilayah perbatasan. “Kalau ini dikoordinasikan dengan baik, diintregasikan pelaksanaan dan implementasinya, kan itu hebat sekali,” ungkapnya dalam sambutan yang diberikannya.

Mahfud juga menggarisbawahi pentingnya integrasi togel sgp dalam pengelolaan wilayah batas negara. “Seminggu yang lalu saya bersama Mendagri (Tito Karnavian) hadir di rapat terbatas dengan presiden. Apa pesan presiden? ‘Diintegrasikan.’ Karena kalau diintegrasikan dana APBN yang besar akan wujud, jadi barang bisa dilihat,” imbuhnya.

Ia memberikan contoh pembangunan di Papua sebagai salah satu yang tidak saling berintegrrasi antar lembaga. “Selama ini tak terlihat karena di sana sendiri-sendiri. Pendidikan sendiri, perindustrian di sana sendiri-sendiri, ndak terlihat (pembangunannya),” katanya.

Hal ini kemudians ejalan dengan pernyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang menyebutkan bahwa akan membangun 4 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang mulai dibangun tahun ini. Keempat pos itu sudah menambah daftar PLBN yang ada sekarang ini, yaitu sebanyak 7 pos.

Pembangunan infrastruktur kawasan perbatasan, dan juga pulau-pulau kecil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perbatasan dengan menciptakan embrio pusat pertumbuhan baru. Dan dengan ditambahnya lagi kebutuhan PLBN sampai 2024 nampaknya akan makin banyak anggaran yang digelontorkan pemerintah.