Dikalahkan China, Indonesia Gagal Tembus Final Thomas Cup

Turnamen Thomas Cup 2018 sudah berakhir bagi Indonesia yang harus pulang dengan muram usai dikandaskan China di babak semifinal dengan skor 1-3 hari Jumat (25/5) malam di Thailand. Hasil ini membuat Indonesia gagal memenuhi target dan bahkan jauh lebih buruk dari gelaran Thomas Cup 2016. Karena dua tahun silam, Indonesia mampu mencapai final dan jadi runner-up usai dikalahkan Denmark dengan 2-3.

 

Satu-satunya poin yang diraih Indonesia disumbangkan oleh Marcus Gideon/Kevin Sukamuljo. Pasangan ganda nomor satu dunia itu berhasil mengalahkan Zhang Nan/Liu Cheng dengan skor 12-21, 21-17 dan 21-15. Sementara dua tunggal putra tumbang yakni Anthony Ginting oleh Chen Long dengan skor 20-22, 16-21 dan Jonatan Christie atas Shi Yuqi dengan 21-18, 12-21, 15-21.

 

Partai keempat mempertemukan pasangan senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang tunduk atas Li Junhui/Liu Yuchen dengan skor 17-21, 21-18, 12-21. Karena kalah 1-3, partai terakhir antara Ihsan Maulana Mustofa dan Lin Dan tak perlu dimainkan dan Indonesia harus melepaskan asa meraih kembali piala Thomas yang terakhir kali dirasakan tahun 2002 di China.

 

Sementara itu bagi China ini adalah kembalinya mereka ke babak final turnamen badminton beregu paling bergengsi di dunia itu setelah dalam dua helatan sebelumnya mereka absen. Sekedar informasi, pada tahun 2016 lalu final Thomas mempertemukan Denmark vs Indonesia dan pada 2014 adalah milik Jepang vs Malaysia. China terakhir kali meraih piala Thomas pada tahun 2012 di Wuhan saat mengandaskan Korea Selatan dengan skor 3-0. Di final Thomas Cup 2018 ini, China akan menghadapi Jepang.

 

Penyesalan Jojo, Permintaan Maaf Hendra/Ahsan

Mampu merebut gim pertama dan malah kalah memang membuat Jonatan Christie alias Jojo dipenuhi penyesalan. Kepada detiksport, Jojo mengaku dia melakukan kesalahan yang membuat harapan Yuqi termotivasi menang. Jojo tak menampik kalau ada kendala non teknis dan kondisi angin. Jojo sendiri sebetulnya pernah mengalahkan Yuqi dalam Kejuaraan Bulutangkis Asia pada Februari 2018. Namun Yuqi yang sukses mengalahkan sang senior Lin Dan dan jadi juara All England 2018 kini memiliki rasa percaya diri tinggi.

 

Sementara itu pasangan senior Hendra/Ahsan menilai kalau Junhui/Yuchen lebih unggul dari mereka. Mantan pasangan ganda nomor satu dunia itu menilai jika lawan bursatogel sangat ulet sehingga membuat mereka frustasi apalagi di gim ketiga. Sudah mengeluarkan seluruh kemampuan, Hendra/Ahsan pun menyampaikan permintaan maaf atas kekalahan mereka pada Indonesia.

 

PBSI Adalah Biang Keladi Kegagalan?

Kegagalan di Thomas Cup 2018 rupanya membuat legenda badminton Taufik Hidayat angkat bicara. Menurut Taufik, PBSI sudah salah langkah dalam menentukan keputusan. Dirinya mengkritik keputusan PBSI yang tetap menurunkan beberapa pemain andalan tim dalam turnamen lain sebelum Thomas Cup, padahal negara lain sudah sengaja membuat pemain top mereka absen.

 

Tak heran kalau Taufik mendesak agar terjadi evaluasi besar-besaran di PBSI terutama di bagian pelatih. Senada dengan Taufik, Eddy Hartono juga menilai kalau fisik pemain harus benar-benar diperhatikan seperti Jojo dan Hendra/Ahsan yang drop di gim terakhir saat rubber. Hal ini jelas jadi alarm keras bagi PBSI karena badminton adalah salah satu cabor unggulan pendulang medali emas di Asian Games 2018.

 

Barcelona Klaim Tak Ada yang Berani Tanya Berapa Harga Messi

Pasar bursa transfer semakin menggila saja. Akan tetapi Barcelona menegaskan bahwa tak akan ada yang berani untuk bertanya berapakah harga Lionel Messi pada mereka. sejauh ini, bahkan belum ada yang bertanya berapa harga Messi.

Belum Ada yang Berani Menawar

Dalam beberapa musim terakhir, memang bursa transfer pemain semakin menggila. Klub-klub semakin berani menggelontorkan dana dalam jumlah yang tidak sedikit demi pemain judi bola yang mereka mau.

Misalnya saja pemain Paul Pogba. Ia menjadi pemain paling mahal di awal musim 2016/2017, dan ternyata tidak butuh waktu yang lama untuk mencari pemain paling mahal berikutnya. Misalnya saja Kylian Mbappe (secara resmi dijual Juli 2018), Neymar, Ousmane Dembele, dan Phillipe Countinho yang mampu menjadi pemain dengan harga yang lebih mahal ketimbang Paul Pogba.

Dengan adanya kekuatan finansial dari klub-klub Eropa ini, ternyata Klub Barcelona sejauh ini masih belum menerima penawaran untuk pemain megabintang mereka, Lionel Messi. “Tak ada satu orang pun yang menghubungi kami untuk menanyakan berapa kah harganya Messi,”ucap Josep Bartomeu, Presiden Barcelona, dikutip dari CNN Indonesia.

Manchester City sempat dikabarkan sebagai klub yang mungkin saja merekrut Messi. Kekuatan finansial yang dimiliki oleh Manchester City tersebut ditambah dengan kehadiran Pep Guardiola dapat menjadi alasan yang kuat bagi The Citizens untuk bisa membujuk Messi hijrah ke klub mereka.

Akan tetapi sayangnya Guardiola sudah menyatakan bahwa Messi adalah Barcelona. Dirinya tidak bisa melihat kemungkinan Messi mau untuk bermain di luar klub Barcelona.

Dari segi finansial, bila dilihat, Barcelona juga adalah tim yang kuat. Perginya Neymar dari Barcelona lebih karena keinginan pemain, bukan lah karena Blaugrana membutuhkan uang sehingga mereka mesti menjual pemain bintangnya.

Messi adalah produk asli Barcelona. Ia yang menimba ilmu di La Masia, lalu menjelma menjadi seorang bintang dari Barcelona ketika usianya masih belasan tahun. Dan tahun ini, Messi yang bakal berusia 31 tahun pun memiliki performa yang masih di level atas. “Masih ada waktu buat Messi untuk memenangkan satu atau dua atau bahkan 3 laga Liga Champions sebelum dirinya pensiun,” ungkapnya menambahan.

Tak Halangi Messi Jika Ingin Pergi

“Real Madrid mempunyai laga Liga Champions yang sangat bagus di musim ini. kami mesti bekerja keras dalam aspek itu untuk bisa kembali masuk ke final,” ungkpa Bartomeu lagi.

Musim ini tercatat Barcelona sendiri telah berhasil mengangkat tropi La Liga dan Copa del Rey. Messi berhasil mencetak sebanyak 44 buah gol dalam kurang lebih 52 laga yang ada di seluruh kompetisi musim ini. masih ada 3 buah laga tersisa pada akhir musim yang dapat dimanfaatkan oleh Messi untuk menambah koleksi golnya. Tidak hanya itu, Messi pun memiliki peluang mengantar Barcelona menyudahi musim tahun 2017/2018 dengan status tidak terkalahkan.

Namun Bartomeu mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah melarang Messi untuk pergi atau tetap berada di Camp Nou. Menurutnya, klub yang berasal dari Catalonia itu tak pernah sedikit pun berniat memonopoli seorang mega bintang seperti Messi yang menjadi pemain yang fenomenal pada abad ke-21 ini. hanya, tak satu pun tawaran yang datang sampai saat ini atas nama peraih Ballon d’Or yang kelima kalinya itu.

Pernyataan Bartomeu tersebut tentu saja mematahkan rumor yang sudah ada sejak 2 musim lalu menyebut bahwa banyak klub yang melirik Messi.